Labels

Senin, 03 Desember 2012

Sejarah Mangga


    Mangga bukan tanaman asli dari Indonesia .walaupun begitu masyarakat sudah menganggap mangga sebagai salah satu tanaman buah-buahan asli Indonesia. Di Indonesia  mangga tumbuh baik di daerah rendah yang berhawa panas, tapi juga masih ditanam sampai dataran tinggi yang ber hawa sedang. ( Pracaya, 2006). Daerah penyebaran tanaman mangga paling luas di dunia adalah Asia Tenggara, yakni mencakup Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Bahkan di antaranya daerah Bowen di bagian Utara Queensland menjadi pusat perkebunan mangga komersial. (Rukmana, 1997)Penyebaran mangga hampir merata diseluruh Indonesia. Nama lokalnya pun bermacam-macam di setiap daerah. Di Madura, mangga disebut pao. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur: palem. Di Jawa Barat: mangga. Di Aceh: mamplam. Di Bali: ampelm. Di Nias: maga. Di Banjarmasin: empelam. Di Sulawesi Selatan: pao, taipa. Di Minahasa: kawiley. Di Maluku: mampalang. Di Irian Jaya: manilya, pager, piberekari. Dalam bahasa Indonesia mangga juga sering disebut mempelam. (Pracaya, 2006)A. Dari IndiaMangga yang berkebang di Indonesia diduga berasal dari India. Di India, pemeliharaan tanaman mangga mungkin sama tuanya dengan peradaban India. Orang asing yang pertama kali melihat kebun mangga yang indah di lembah Indus ialah Alexander Agung pada tahun 327 sebelum Masehi. Penulis tentang mangga di India yang pertama mungkin Huien T’Sang, pada tahun 632-45 sebelum Masehi.Istilah mangga berasal dari bahasa Tamil di India yaitu: man-kay atau man-gas. Dalam bahasa botani, mangga disebut Mangifera indicaL., yang berarti tanaman mangga berasal dari India. Pada kenyataannya hampir di seluruh negara bagian India terdapat tanaman mangga. Sebutan mangga dalam bahasa Indonesia mirip sekali dengan bahasa Tamil. Man-gas. B. Menyebar ke TimurDari India mangga menyebar ke Semenanjung Malaysia, Indonesia dan di sekitarnya. Penyebaran itu mungkin karena dibawa pedagang India dan penyebaran agama Hindu dan Budha sekitar abad keempat atau kelima sebelum Masehi.Mangga mulai ditanam di kepulauan maluku pada tahun 1665. Di Filipina, mangga ditanam pertama kali di Kepulauan Sulu dan Mindanao sekitar tahun 1400 dan 1450. Di pulau Luzon sekitar tahun 1600 dan 1650. Mangga sambungan atau okulasi diimpor dari India ke Filipina baru tahun 1911.C. Menyebar ke BaratPenyebaran mangga ke negara-negara barat mungkin baru terjadi pada jaman pertengahan, ketika perdagangan rempah-rempah dan buah-buahan tropis ramai-ramainya berlangsung. Di perkirakan yang membawa mangga dari Goa (India) ke Afrika Timur adalah orang Portugis. Selanjutnya mangga menyebar ke Somalia, Afrika Barat, Kepulauan Canari dan ke Azore pada sekitar abad kesembilan belas.Mangga ditanam di Inggris di dalam rumah kaca pada tahun 1690. Beberapa pohon mangga di kebun botani Kew (Inggris) bernuah pada tahun 1808. Mangga ditanam di Lisbon pada pertangahan abad ke 18. Ditanam di Italia bagian selatan tahun 1905, ditanam di Queensland kira-kira pada tahun 1870. Portugis yang pertama kali memperkenalkan mangga di Brazil pada permulaam abad ke 18. Yang pertama kali menanam mangga di Mexiko orang Spanyol, bibitnya dibawa dari filipina sebelum tahun 1779. (Pracaya, 2006).D. Di IndonesiaDi Indonesia pada mulanya tanaman mangga terkonsentrasi di pulau Jawa. Selama periode 1984-1986 populasi mangga di indonesia rata-rata terdapat 6.298.144 pohon yang menghasilkan dengan produksi 424.576 ton/tahun, di antaranya sekitar 4 juta pohon terdapat di Jawa, satu juta pohon di Sulawesi, dan sisanya tersebar di Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku dan Irian Jaya. Dalam perkembangan selanjutnya ditanam di seluruh wilayah nusantara.  Tidak semua pohon mangga yang tumbuh di kepulauan Indonesia memberikan hasil yang baik, akan tetapi yang bisa tumbuh baik hanya di beberapa daerah saja, misalnya pulau Jawa dan Madura. Menurut Terra (1932) jumlah pohon mangga (terhitung juga kuweni, kebembam, kemang, dan embacang) di seluruh pulau Jawa kira-kira 5 juta. Diantara sekian banyak ini kira-kira 2,5 juta pohon mangga yang sebenarnya (Magnifera indica). Namun pada saat ini, jumlah tersebut tinggal 30% – 40% saja. Hal ini disebabkan oleh menyempitnya ladang dan banyaknya pohon tua yang mati dan usaha untuk meremajakan kembali begitu lambat.

0 komentar:

Poskan Komentar